Penyakit Polio hanya mampu diatasi melalui Vaksinasi

gambar penyakit polio

WHO menyatakan bahwa berita tentang wabah penyakit polio di Suriah irtu benar. Sejak tahun 1999 sebenarnya negara ini telah dinyatakan bebas dari polio.

Polio yaitu penyakit lumpuh atau paralis yang menyerang sel saraf ditulang punggung. Penderita bisa mati dan lumpuh akibat penyakit ini. Anak -anak adalah korban besar penyakit polio, karena jarang ada orang dewasa yang terkena penyakit ini. Penyakit ini tersebar melalui virus polio. Proses penularan ini biasa melalui hidung atau mulut. Apalagi tetes ludah atau air liur sedikit aja sudah dapat menyebarkan virus .

Gejala khusus tidak ditunjukkan oleh penyakit polio.

Sekitar 95 % pasien polio tidak mengalami perubahan tubuh, sementara antibodi terbentuk secara menerus. Kerusakan berat disebabkan oleh virus yang mencapai sistem saraf pusat, sumsum tulang punggung dan otak. Virus polio dapat mebngakibatkan radang selaput otak. Namun ada yang lebih parah yaitu lumpuh, khususnya di kaki.

Biasanya simtom penyakit polio, termasuk kelumpuhan, akan menghilang dengan sendirinya sesudah beberapa tahun. Tapi ‘kerusakan’ dalam tubuh bisa terjadi terus-menerus dan mengakibatkan dampak jangka panjang: Letih, sulit menelan , masalah pernapasan , sakit otot, lumpuh, gangguan pertumbuhan dan deformasi tulang.

Vaksinasi memberikan perlindungan terhadap penderita penyakit polio. Anak-anak memperoleh sebagai ‘sirup vaksinasi’ yang diminum sejak awal tahun 1960an. Pada 1998 jerman sudah terbebas dari polio , sama seperti eropa lainnya.

Sejak akhir 1980, 99 persen kelumpuhan anak anak akibat polio sudah berkurang. Beberapa infeksi baru muncul di negara Asia dan Afrika.

Sebelum kasus terbaru di Suriah, tahun ini polio juga ditemukan Pakistan, Nigeria dan Afganistan. Alasan utamanya yaitu karena di wilayah tersebut belum semua memperoleh vaksinasi yang dibutuhkan. Sehingga virus bisa kembali tersebar dengan cepat.

Leave a Reply