7 Model Asing Ditangkap Karena Menyalahi Izin Tinggal

langgar-izin-kunjungan-7-model-asing-ditangkap-001

Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Selatan, Mampang, Jakarta Selatan berhasil menjaring 7 orang warga negara asing (WNA), atas pelanggaran imigrasi berupa penyalahgunaan visa. Dari 7 orang WNA tersebut terdiri dari 4 orang perempuan dan 3 orang laki-laki. Petugas berhasil menangkap ketujuh orang tersebut pada pagi jam 9 tepat dari sebuah ruko di Bilangan Bukti Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2015).

Dari 7 orang tersebut semuanya berprofeis sebagai model dan di Indonesia mereka mendapat kontrak kerja di agensi model berinisial H.E dan F.I.M, yang berada di bilangan Tebet dan Kalibata City, Jakarta Selatan. Tapi setelah diperiksa ternyata visa yang ada pada mereka jelas-jelas melarang untuk melakukan kegiatan lainnya apalagi bekerja selain hanya untuk kunjungan saja.

Ketujuh warga asing ini bukan hanya berasal dari satu negara tapi dari beberapa negara, berikut nama dan asal negara mereka :

1. Indira De Olivera (Brazil)
2. Vinicius Pereira da Silva (Brazil)
3. Mireli Banach (Brazil)
4. Kimberley Rose Steward (Australia)
5. Shenae Ellise Palmer (New Zealand)
6. Aznar Gonzales Enrique (Spanyol)
7. Fouad Fatmi (Maroko)

di mana 6 orang diketahui memakai visa on-arrival, sementara untuk yang WN Maroko menggunakan visa bebas kunjungan singkat

Kepala Imigrasi, Yudi, mengatakan bahwa modus yang digunakan atas penyalahgunaan visa oleh ketujuh WNA itu dilakukan dengan pola yang tidak beraturan, agar menghindari operasi yang dilakukan pihak imigrasi.

“Dapat dipastikan mereka tahu kegiatan dari ketujuh orang ini, karena ada bukti slip pembayaran sekitar Rp 600.000 per-minggu untuk biaya makan, dan pengaturan jadwal pemotretan. Namun tindakan lebih lanjut akan diselidiki apabila ada bukti-bukti yang bisa dikenakan tindak pidana tentang penyalahgunaan izin tinggal,” kata Yudi.

“Kita akan menyelesaikan urusan dengan orang asingnya dulu, baru nanti urusan dengan agensinya,” katanya menambahkan.

Diketahui, ketujuh WNA tersebut dikenakan tuduhan penyalahan izin tinggal sesuai pasal 122 huruf A, UU nomor 6/2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman pidana 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000, karena penyalahgunaan pemberian izin tinggal.

Sementara untuk sponsor dan penjamin ketujuh WNA tersebut, diancam dengan tindak pidana keimigrasian sesuai pasal 122 huruf B, UU nomor 6/2011 tentang keimigrasian, dengan ancaman pidana 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000, karena memberikan kesempatan kepada WNA untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan pemberian izin tinggal.

Yudi menegaskan dari bukti yang dipegang oleh pihaknya. Diduga masih ada WNA lainnya yang masih berkeliaran tanpa ada ijin serupa.

“Dari bukti jadwal yang kami dapat, ternyata masih ada beberapa WNA lainnya. Dan sekarang ini sedang kami dalami,” tuturnya.

“Kami harap dengan adanya tindakan ada sikap jera dan mau memproses ijin dengan legal. Saat ini pihak kami akan gencar melakukan penyergapan untuk WNA yang tidak meliki ijin lengkap,” tandasnya.

Berikut Gambar para modek asing tersebut saat di kantor imigrasi Jakarta Selatan

langgar-izin-kunjungan-7-model-asing-ditangkap-006  7 model asing

langgar-izin-kunjungan-7-model-asing-ditangkap-005  langgar-izin-kunjungan-7-model-asing-ditangkap-004

 

langgar-izin-kunjungan-7-model-asing-ditangkap-002  langgar-izin-kunjungan-7-model-asing-ditangkap-003

sumber : merdeka.com

Leave a Reply