Akhirnya Menteri Perhubungan Mengumumkan Maskapai yang Melanggar Izin Terbang

wawancara menteri perhubungan Jonan

Akibat dari pelanggaran izin terbang yang dilakukan oleh maskapai penerbangan Air Asia QZ8501 maka Kementerian Perhubungan kemudian melakukan audit dan pengecekan terhadap semua penerbangan yang ada di Indonesia, apakah masih ada lagi maskapai yang melakukan pelanggaran izin. Berdasarkan Audit yang dilakukan oleh Kemenhub maka ditemukan adanya 61 pelanggaran izin terbang oleh beberapa maskapai.

Pada tanggal 9 Januari 2015 di Jakarta akhirnya Igansius Jonan (Menteri Perhubungan) mengeluarkan pengumuman terhadap maskapai-maskapai apa aja yang telah melakukan pelanggaran izin terbang yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Ternyata ada 5 maskapai yang kedapatan telah melakukan pelanggaran terhadap izin penerbangan yang telah diberikan oleh Kemenhub.

gambar pesawat

 

Kelima penerbangan tersebut yaitu : Lion Air, Wings Air, Garuda Indonesia, Susi Air, danTrans Nusa. Dan dari Kelima maskapai ini yang melakukan pelanggaran terbanyak adalah maskapai Lion Air dengan pelanggaran 35 kali. Sedangkan Wings Air dengan pelanggaran 18 kali, Garuda Indonesia sebanyak 4 kali, Susi Air sebanyak 3 kali, dan terakhir yang paling sedikit melakukan pelanggaran yaitu Trans Nusa sebanyak 1 kali.

Menhub mengatakan dengan tegas bahwa maskapai yang telah melanggar izin terbang tersebut akan dijatuhi sanksi. Para Maskapai ini diwajibkan untuk mengajukan kembali izin terbangnya dengan mematuhi persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini oleh Kementerian Perhubungan. Dan jika syarat yang diminta dapat dipenuhi maka pemerintah tentunya akan menerbitkan kembali izin terbang sesuai aturan.

Pada hari Kamis, 8 Januari 2015, saat berada di Istana Negara, Menhub Jonan mengatakan bahwa maskapai yang telah melanggar izin terbang akan dikenai sanksi yakni dengan pembekuan sampai dengan pencabutan izin terbang rute yang telah dilanggar dengan pelanggaran yang dilakukan lebih dari 60 hari. 5 maskapai yang telah dianggap terbukti melanggar ketentuan izin terbang tersebut ternyata dilakukan pada 5 bandara terbesar di Indonesia, yaitu :

1. Soekarno-Hatta, Tangerang

2. Kualanamu, Medan

3. Hasanuddin, Makassar

4. Ngurah Rai, Bali

5. Juanda, Surabaya.

Leave a Reply