9 Pengedar Narkoba Buronan Internasional ditangkap BNN dengan Barang Bukti 800kg Sabu seharga 1,6 Triliun Rupiah

Indonesia harus berbangga kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) karena BNN kembali berhasil membongkar jaringan narkoba internasional dimana pada hari senin kemaren tanggal 5 Januari 2015 pada siang hari sekitar pukul 13.30 menangkap 9 pengedar narkoba yang membawa 800 kilogram sabu di Kalideres, Jakarta Barat. Penangkapan sendiri terjadi di area parkir pusat perbelanjaan Lotte Mart Taman Surya, Jl. Satu Maret, daerah Kalideres.

358162_620 150105210320-900 150105210431-955 150105210759-261
“Penggrebekan dilakukan saat terjadi transaksi pemindahan barang,” ujar juru bicara Badan Narkotik Nasional Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto ketika dihubungi melalui telepon.

Sumirat menjelaskan bahwa penangkapan ini terjadi ketika mobil pickup dengan merk Daihatsu Grand Max yang membawa penumpang sebanyak 3 orang yang berkewarganegaraan asing hendak menjemput sabu yang dibawa oleh  mobil box dengan nomor polisi B 9301 TCE. “Narkoba itu sebelumnya dibawa melalui jalur laut,” ujarnya.

Penangkapan kali ini merupakan penangkapan terbesar bagi BNN dengan total tangkapan sebesar 1,6 Triliun Rupiah dan 9 orang tersangka yang ditangkap ini merupakan jaringan pengedar narkoba internasional dan telah dicari dan merukan buronan dari beberapa negara internasional. Indonesia patut memuji hasil kerja BNN kali ini di pembukaan awal tahu 2015 dimana BNN memiliki visi dan misi untuk Indonesia bebas narkoba tahun 2015 ini.

Sabu sebanyak 800 kg yang disita itu dimasukan dalam 40 karung dimana setiap karung terdapat 20 bungkus kecil sabu yang masing-masing beratnya 1 kilogram dan di kemas dalam kemasan bungkus kopi dengan merk yang berasal dari Cina. Adapaun perkiraan dari harga total sabu yang di sita ini diperkirakan berharga 1.6 Triliun Rupiah.

Adapun sembilan tersangka yang ditangkap tersebut diantaranya terdapat juga warga Negara Indonesia berikut para tersangka yang ditangkap terdiri dari : 4 orang berkebangsaan Cina, 1 orang berkebangsaan Malaysia dan 4 orang berkebangsaan Indonesia.  “Satu tersangka bernama Wong Ching Ping berkebangsaan Cina, telah berdomisili di Indonesia selama 15 tahun, kami menduga dia otak dari kejahatan ini,” kata Sumirat.

Leave a Reply